Tentang Penyakit TBC

Tentang penyakit TBC dan Tuberkulosis (TBC) itu sendiri adalah salah satu jenis penyakit menular yang bersifat dapat mematikan seseorang yang tidak melakukan pengobatan atau penganganan terhadap penyakit ini. penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia namun yang paling sering terkena (90%) adalah organ paru. Selain menyerang paru-paru, penyakit TBC juga dapat menyerang organ tubuh yang lain yang disebut juga denan TBC ekstra paru.

virus tentang penyakit TBC yang menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif aktif batuk, bersin, bicara, menyanyi, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. mereka sedang menyemprotkan titis-titis aerosol infeksius dengan diameter 0.5 hingga 5 µm dengan jumlah hingga mencapai 40,000 titis. Tiap titis bisa menularkan penyakit Tuberkulosis karena dosis infeksius penyakit ini sangat rendah. (Seseorang yang menghirup kurang dari 10 bakteri saja bisa langsung terinfeksi) Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila gejala TBC tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang penyakit TBC, bakteri yang menyebabkan gejala TBC ini muncul merupakan bakteri pembunuh massal. WHO memperkirakan bakteri ini membunuh sekitar 2 juta jiwa setiap tahunnya. Serangan TBC dapat dicegah dengan vaksin BCG. Vaksin BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. Di Indonesia, vaksin ini diberikan pada bayi sebelum berumur dua bulan. Hal yang paling penting dilakukan untuk menghindari penyait TBC yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan memakan-makanan yang bergizi.

Gambaran tentang penyakit TBC yang disebabkan oleh kuman/bakteri mycobacterium tuberculosis yang menimbulkan gejala TBC.

Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia telah diperkirakan sebesar 289 per 100.000 penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100.000 penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang tahun 2011 tentang penyakit TBC (tuberkulosis) yang ada di Indonesia.

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC atau sekitar 63 penderita gejala TBC di tahun 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Gejala TBC umum pada penderita tentang penyakit TBC adalah

Batuk berdahak terus-menerus selama 3 minggu atau lebih. Pada tahap lanjut dapat dijumpai dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas dan rasa nyeri di bagian dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari 1 bulan.

Anda dapat mengurangi risiko terkena gejala TBC dengan cara

  • Mengurangi kontak dengan keluarga atau teman yang menderita penyakit TBC aktif apabila anda paham tentang penyakit TBC.
  • Menjaga standar pola hidup yang baik, dengan mengkonsumsi makan makanan yang mengandung banyak gizi, serta lingkungan yang terjaga kebersihan dan kesehatannya sehat, dan melakukan olah raga rutin setiap hari seperti jogging, berenang, berjemur di matahari padi, dll.
  • Pemberian vaksin BCG kepada semua orang terutama pada bayi yang baru lahir untu mencegah bertambah banyaknya kasus TBC mulai dari yang ringan hingga yang lebih berat sekalipun. Vaksin ini sebaiknya diberikan secara rutin pada semua balita terutama pada balita yang baru lahir.
  • tentu dengan mengingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan melakukan pengobatan rutin yang dianjurkan dokter, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya serta menjaga imun agar tidak lemah.

Cara pengobatan yang dilakukan tentang penyakit TBC untuk gejala yang muncul pada penderita TBC adalah melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada daerah paru-paru, lalu anda dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen paru-paru, tes laboraturium untuk dahak dan darah, dan juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Memerlukan jangka waktu yang panjang untuk melakukan pengobatan penyakit TBC ini yaitu selama kurang lebih 6-9 bulan yang mengharuskan anda mengkonsumsi obat dari dokter yang dosisnya sudah diatur sesuai dengan kemampuan tubuh anda.

tentang penyakit TBC, selama anda berada dalam pengobatan proses penyembuhan ini, ada harus rutin dan disiplin untuk memeriksakan gejala TBC yang timbul ke dokter secara berkala serta meminum obat secara rutin. Apabila anda tidak rutin dalam melakukan pengobatan ini, dampak yang peling membahayakan adalah saat anda mulai meminum kembali obat dengan dosis yang sama obat yang anda komsumsi tidak akan mampu atau tidak mempan untuk penyakit TBC yang anda derita, Bahkan anda harus mengulang pengobatantersebut mulai dari awal lagi setelah anda melakukan test kesehatan dengan menggunakan obat dengan dosis yang lebih besar dan lebih mahal dari obat yang anda konsumsi sebelumnya.

Gejala TBC yang saat anda menanggapi tentang penyakit TBC yang muncul secara klinis dapat dilihat dari, terjadi pembesaran kelenjar limfe yang berada di leher dibawah telinga serta pada saat pemeriksaan paru ditemukan tanda-tanda lendir/cairan dalam paru anda ( rhonchi basah ) sering dibagian atas paru ( apical ), kadang-kadang seperti suara peluit ( ada Cavitas ).


=====================================

>>> Obat TBC - Minyak Sari Buah Merah Mengobati Penyakit TBC, Gejala TBC dan Membantu Memperkuat Sistem Imun Tubuh Dari Serangan Penyakit, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala TBC, Penyakit TBC and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>