Gejala TBC Pada Anak

Gejala TBC pada anak sangat berbahaya apabila tidak segera di tindak lanjuti. TBC adalah sejenis bakteri Mycobscterium yang menyerang organ pernafasan atau pada paru paru. TBC pada anak berbeda dengan TBC yang diderita oleh orang dewasa. Gejala TBC pada anak menginfeksi primer di parenkim paru yang tidak menyebabkan refleks batuk. Untuk penyakit TBC, gejala-gejala yang muncul dapat dibedakan pada orang dewasa dan anak-anak.

Beberapa bagian organ tubuh pada anak yang rawan diserang Virus TB seperti tulang, mata, dan otak. Dapat menyebabkan kecacatan apabila virus TB menyerang otang buah nati anak. Bahkan anak terancam susah berkembang, sulit bicara, tangan lemah atau cacat lain sehingga perlu penanganan fisioterapi.

Virus TB juga dapat menyerang otak atau mylen juga. Tuberkolosis menyerang atau menginfeksi masunia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. gelaja TBC menyerang manusia mulai dari Bayi yang baru dilahirkan sampai manusia yang sudah memasuki usia lanjut.

 

Gejala TBC pada anak -anak adalah sebagai berikut :

1. Berat Badan Menurun.

Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas.Serta berat badan anak tidak bertambah (anak kecil/kurus terus). Terjadi diare yang berulang pada anak yang tidak sembuh dengan pengobatan diare biasa. Pertanda ini menunjukkan salah satu gejala TBC .

2. Nafsu Makan Berkurang.

Gejala TBC pada anak bisa saja dengan tidak ada nafsu makan yang dirasakan pada anak anda. Untuk anak pasien TBC yang tidak nafsu makan akan mengalami penurunan berat badan yang drastis, dan dapat mengganggun gizi pada anak anda yang memiliki penyakit TBC. Mengalami gangguan pada gizi sikecil sangat berhubungan erat dengan turunnya nafsu makan anak anda. Anda sebagai orang tua sikecil harus sigap dalam menanggapi gejala TBC pada anak seperti ini. Tidak sedikit orang tua yang mengira sikecil tidak memiliki nafsu makan dan tidak ingin mencari tau apa penyebabnya.

3. Demam alam

Demam alamadalah menjadi gejala TBC pada anak yang sering muncul. Timbulnya deman merupakan pertanda bahwa anak anda memiliki kemungkinan terjangkit penyakit TB. Tingginya demam yang muncul pada anak yang memiliki penyakit TB terkadang hanya dikira sakit demam influenza biasa. Demam yang dialami pada anak biasanya terjadi secara berulang-ulang.

4. Muncul Benjolan di Beberapa Bagian Tubuh.

Muncul benjolan di daerah lehar, ketiak, dan lipat paha. Dan tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri. Serta batuk kronis yang lama bahkan lebih dari 2 bulan. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma atau rasa nyeri pada dada sikecil.

Untuk memastikan bahwa seseorang menderita penyakit TBC atau tidak dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui Gejala TBC pada anak secara pasti sibuah hati anda menderita penyakit TBC, dapat dilakukan dengan adanya pemeriksaan dahak/riaknya (sputum test) dan bukan ludahnya. Dikarenakan sangat jarang pasien TB anak yang mengalami batuk dahak. Pemeriksaan dahak dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan istilah SPS (sewaktu, pagi dan sewaktu).

– Sewaktu (hari pertama)

Dahak penderita diperiksa di laboratorium sewaktu penderita datang pertama kali.

– Pagi (hari kedua)

Sehabis bangun tidur keesokan harinya, dahak penderita ditampung dalam pot kecil yang diberi petugas laboratorium, ditutup rapat dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

2. Reaksi hipersensitivitas : Tes Kulit Tuberkulin
a. Tes tuberkulin intradermal (Mantoux)
b. Tes tuberkulin dengan suntikan jet
c. Tes tuberkulin tusukan majemuk

3. Pemeriksaan Bakteriologik
Pemeriksaan ini penting karena dengan ditemukannya kuman BTA, diagnosis dapat dipastikan. Kriteria sputum BTA positip adalah sekurang-kurangnya ditemukan 3 batang kuman BTA pada satu sediaan.

4. Pemeriksaan radiografik
Gambaran TBC milier berupa bercak-bercak halus tersebar merata pada seluruh lapangan paru. Gambaran radiology lain yang sering menyertai TBC paru adalah penebalan pleura, efusi pleura atau empisema, penumothoraks (bayangan hitam radio lusen dipinggir paru atau pleura).

Penatalaksanaan

1. Obat Anti TB pemakaian obat tunggal banyak terjadi retesistensi karena sebagian besar kuman TB memang dapat dibinasakan tetapi sebagian kecil tidak maka terapi TB dilakukan dengan memakai paduan obat. Jenis Obat :
yaitu Obat primer seperti isoniazid = INH – Streptomisin = SM, Rifampisin = RMP – Etambutol, Pita zinamid. Serta Obat sekunder seperti Etionamid – P.A.S (Para Amine Saliycylic Acid), Prorionamid – Tiasetazon, Sikloseren – Viomysin, Kanamisin, dan Kapremisyn.

2. Pembedahan pada TB Paru
3. DOTS
4. Pencegahan seperti Kemaprofilaksis, Vaksinasi BCG, dan Program kontrol.

Uji tuberkulin dilakukan dengan cara menyuntikkan tuberkulin PPD intrakutan pada lengan bawah. Setelah 48 sampai 72 jam baru akan terlihat reaksi dari otot otot tersebut. Ketika buah hati anda telah positif menderita Penyakit TBC aktif, berupa gejala TBC pada anak ,Maka seluruh anggota keluarga atau orang dewasa lainnya yang memiliki kontak langsung dengan sikecil harus segera melakukan tindakan medis dengan memeriksa dan mencari tau sumber penularan untuk segera melakukan pengobatan agar rantai penularan Gejala TBC dapat segera dihentikan.

Untuk para ibu, diharapkan selalu memperkatikan segala betuk perubahan yang terjadi pada anak anda yang memungkinkan anak anda mengalami gejala TBC pada anak sejak usia dini, supaya lebih mudah untuk penyembuhan. Terima kasih.


=====================================

>>> Obat TBC Membantu Dalam Mengobati Penyakit TBC, Gejala TBC dan Membantu Memperkuat Sistem Imun Tubuh Dari Serangan Penyakit, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala TBC, Penyakit TBC and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *