Cara Menyembuhkan TBC

Cara menyembuhkan TBC yang harus rutin dan teratur. TBC adalah penyakit yang ditimbulkan karena seseorang terjangkit firus tuberkolosis. Firus ini paling sering menyerang paru-paru, selain pada paru-paru sifus ini juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, ginjal, otak dll. Gejala TBC dapat mengakibatkan komplikasi dan fatal bila dibiarkan tanpa diobati. Karena TBC termasuk dalam salah satu penyakit yang mematikan di Indonesia. Dibeberapa daerah telah disediakan oleh pemerintah bagi warga yang menderita penyakit TBC untuk mengikuti pengobatan di Puskesmas secara gratis penyakit TBC benar-benar sembuh.

cara menyembuhkan TBC dilakukan dengan OAT atau Obat Anti Tuberkulosis. Bila terbukti menderita gejala TBC, kita harus menjalani pengobatan dengan teratur selama 6-12 bulan. Pengobatan yang tidak teratur atau tidak sampai selesai atau mengorangi dosis yang sudah diatur dokter anda, dapat menimbulkan terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap kuman TBC. Bila sampai terjadi resistensi kuman TBC, maka akan lebih sulit lagi untuk melakukan pengobatan yang harus diberikan. Agar TBC dapat tunas terobati, proses pengobatannya diawasi oleh seorang PMO. PMO singaktan dari Pengawasan Minum Obat.

Pencegahan yang dapat dilakukan sabagai cara menyembuhkan TBC antara lain:

– Gejala TBC dapat dicegah dengan imunisasi BCG yang disuntikkan sebanyak satu kali saja ketika masihnbayi.

– Perhatikan kebersihan lingkungan sekitar anda baik di rumah dengan selalu mensterilkan alat alat makan, pakaian, peralatan rumah tangga, maupun kebersihan di sekolah anak anda.

– Sangat disarankan bagi anda yang terjangkit virus tuangan dibiasakan meludah di sembarang tempat untuk menghindari penyebar luasan virus toberkolosis.

– Segara periksa ke Puskesmas terdekas di sekitar rumah anda jika menemukan diri kita atau teman kita menunjukkan tanda-tanda Gejala TBC.

Pada tanggal 24 April 1927, dokter Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin berhasil menemukan vaksin untu mengobati gejala TBC. Vaksin in diberi nama vaksin BCG (Bacillus Calmette Guedrin). Penelitian mereka untuk menemukan vaksin itu telah dimulai sejak tahun 1906 ketika Guerin menemukan bahwa ketahanan terhadap penyakit TBC berkaitan dengan adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis yang hidup di dalam darah.

Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guedrin) sebagai cara menyembuhkan TBC

vaksin BCG (bacillus calmette guedrin) adalah vaksin terhadap tuberkulosis yang dibuat dari strain yang dilemahkan (virulensi-reduced) hidup sapi tuberculosis bacillus, Mycobacterium bovis , yang telah kehilangan virulensi pada manusia dengan menjadi khusus disubkultur dalam media kultur, biasanya Middlebrook 7H9. Vaksin BCG bisa dimana saja 0-80% efektif dalam mencegah TBC selama jangka waktu 15 tahun; Namun, efek perlindungan yang tampaknya bervariasi sesuai dengan geografi dan laboratorium di mana strain vaksin ditumbuhkan.

Menurut penjelasan dari cara menyembuhkan TBC dengan vaksin BCG (bacillus calmette guedrin) pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menghindarkan balita dari penyakit tuberkulosis atau TBC. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, TBC masih menjadi penyakit rakyat yang sangat mudah menular. Di negara maju, penyakit TBC sudah sangat jarang ditemukan karena keberhasilan imunisasi BCG yang dilaksanakannya secara luas.

kebijakan Inggris adalah untuk mengimunisasi semua anak-anak sekolah pada usia 13, dan semua neonatus lahir dalam kelompok berisiko tinggi. India dan Pakistan memperkenalkan imunisasi massal BCG pada tahun 1948. Di beberapa negara, seperti Uni Soviet, BCG diberikan secara teratur sepanjang hidup. Di Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Malaysia, BCG diberikan saat lahir dan pada usia 12 tahun Tapi di Malaysia dan Singapura, dari tahun 2001, kebijakan ini diubah menjadi sekali saja saat lahir.

Kecuali pada neonatus, tes kulit tuberkulin harus selalu dilakukan sebelum pemberian BCG. Seseorang dengan reaksi tuberkulin positif tidak diberikan BCG, karena risiko peradangan lokal yang parah dan jaringan parut tinggi, bukan karena kesalahpahaman umum bahwa reaktor tuberkulin “sudah kebal” dan karena itu tidak perlu BCG.

Balita dapat terkena gejala TBC karena menghirup udara yang mengandung kuman TBC yang berasal dari orang dewasa penderita TBC. Atau dapat pula terjadi pada balita terkena penyakit TBC sejak lahir karena ia dilahirkan oleh ibu penderita TBC. PenyakitTBC juga dapat menyerang kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati dan selaput otak. Penyakit TBC selaput otak merupakan jenis TBC yang paling berat dan membutuhkan cara menyembuhkan TBC yang tepat.

Imunisasi BCG sebaiknya diberikan kepada bayi yang baru lahir hingga berusia 2 bulan. Setiap 5 tahun, revaksinasi harus dilakukan. Sebab vaksin BCG tidak memberikan kekebalan 100% terhadap serangan gejala TBC. Artinya vaksin ini hanya menjamin balita terbebas dari serangan penyakit TBC berat, misalnya TBC paru-paru kronis, TBC otak, atau TBC tulang yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian pada balita.

pengobatan sebagai Cara Menyembuhkan TBC adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, foto rontgen, tes laboratorium untuk dahak anda, serta tes tuberkulin. Melakukan pengobatan jangka panjang yang biasanya dilakukan selama 6-9 bulan dengan sedikitnya 3 macam bat yang diminum setiap harinya.

Apabila semala pengobatan berjalan dan anda tidak meneruskannya akan membahayakan Karena virus TB tidak akan mempan menggunakan dosis yang sama seperti sebelumnya, dan anda harus diobati dengan obat-obatan yang lebih mahal harganya dan keras dosisnya dari sebelumnya.

Semoga rangkaian informasi diatas mengenai cara menyembuhkan TBC, dapat membantu anda. Terima kasih.

 


=====================================

>>> Obat TBC - Minyak Sari Buah Merah Mengobati Penyakit TBC, Gejala TBC dan Membantu Memperkuat Sistem Imun Tubuh Dari Serangan Penyakit, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala TBC, Penyakit TBC and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>