Cara Menyembuhkan TBC

Penyakit TBC dapat mengakibatkan komplikasi dan fatal bila dibiarkan tanpa diobati. Pengobatan di Puskesmas gratis sampai sembuh. Pengobatan dilakukan dengan OAT atau Obat Anti Tuberkulosis. Bila terbukti menderita TBC, kita harus menjalani pengobatan dengan teratur. Pengobatan yang tidak teratur atau tidak sampai selesai dapat menimbulkan terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap kuman TBC. Bila sampai terjadi resistensi kuman TBC, maka akan lebh sulit lagi pengobatan yang harus diberikan. Agar TBC dapat tunas terobati, proses pengobatannya diawasi oleh seorang PMO. PMO singaktan dari Pengawasan Minum Obat.

Pencegahan yang dapat dilakukan :

- Penyakit TBC dapat dicegah dengan imunisasi BCG sebanyak satu kali ketika bayi.

- Perhatikan kebersihan lingkungan baik rumah maupun sekolah.

- Jangan dibiasakan meludah di sembarang tempat.

- Segara periksa ke Puskesmas jika menemukan diri kita atau teman kita menunjukkan tanda-tanda TBC.

Pada tanggal 24 April 1927, dokter Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin berhasil menemukan vaksin untu mengobati penyakit TBC. Vaksin in diberi nama vaksin BCG (Bacillus Calmette Guedrin). Penelitian mereka untuk menemukan vaksin itu telah dimulai sejak tahun 1906 ketika Guerin menemukan bahwa ketahanan terhadap penyakit TBC berkaitan dengan adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis yang hidup di dalam darah.

Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guedrin)

Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menghindarkan balita dari penyakit tuberkulosis atau TBC. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, TBC masih menjadi penyakit rakyat yang sangat mudah menular. Di negara maju, penyakit TBC sudah sangat jarang ditemukan karena keberhasilan imunisasi BCG yang dilaksanakannya secara luas.

Balita dapat terkena penyakit TBC karena menghirup udara yang mengandung kuman TBC yang berasal dari orang dewasa penderita TBC. Atau dapat pula terjadi pada balita terkena penyakit TBC sejak lahir karena ia dilahirkan oleh ibu penderita TBC. Penyakit TBC juga dapat menyerang kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati dan selaput otak. Penyakit TBC selaput otak merupakan jenis TBC yang paling berat.

Imunisasi BCG sebaiknya diberikan kepada bayi yang baru lahir hingga berusia 2 bulan. Setiap 5 tahun, revaksinasi harus dilakukan. Sebab vaksin BCG tidak memberikan kekebalan 100% terhadap serangan penyakit TBC. Artinya vaksin ini hanya menjamin balita terbebas dari serangan penyakit TBC berat, misalnya TBC paru-paru kronis, TBC otak, atau TBC tulang yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian pada balita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>