Gejala TBC

Gejala TBC merupakan penyakit infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan atau paru-paru anda yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri TBC ini merupakan jenis bakteri bosil yang kuat sehingga memerlukan waktu lama untun mengobati atau membasmi bakteri ini. Infeksi biasanya 90% paling sering terjadi di bagian atas paru-paru dibanding dengan organ tubuh lainnya. Sebenarnya, sistem kekebalan tubuh manusia dapat menghambat perkembangbiakan bakteri penyebab TBC. Akan tetapi, pada saat kondisi tubuh seseorang melemah, bakteri tersebut dapat berkembang biak dengan cepat.

Gejala TBC yang paling sering muncul antara lain : Kelelahan atau badan merasa lemah dan lesu, nafsu makan menurun dan kehilangan berat badan, demam atau meriang yang dialami lebih dari satu bulan, dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas, serta jika infeksi lebih buruk, perhatikan nyeri yang anda rasakan pada dada yang bisa menyebabkan sesak nafas yang dapat mengakibatkan munculnya rasa sakit kepala atau pusing disertai dengan batuk yang mengeluarkan dahak atau batuk darah dan napas pendek.

Penderita gejala TBC

Penderita gejala TBC dapat diobati dengan pemberian antibiotik oleh dokter yang merupakan dasar pengobatan tuberkolosis. Pengobatan TBC memerlukan waktu yang lebih lama dibanding dengan mengobati infeksi bekteri atau virus jenis lainnya. Pengobatan TBC dilakukan secara teratur selama 6-12 bulan dapat mencegah TBC kambuh kembali. Menyelesaikan waktu pengobatan sangatlah penting bagi si penderita. Apabila penderita menghentikan pengobatan atau mengurangi dosis yang sudah ditetapkan oleh dokter, kemungkinan bakteri masih TBC tang masih hidup atau semalamat dari serangan obat sebelumnya akan mengarah ke TB yang lebih berbahaya dan akan lebih susah untuk mengobatinya.

Pencegahan Penyakit TBC

Penyakit TBC merupakan penyakit menular. Faktor meningkatnya risiko terkena gejala TBC yang perlu kita perhatikan antara lain:

- Kontak Langsung dengan Penderita TBC.

Pencegahan dilalukan dengan menghindari kontak langsung dengan penderita TBC. TBC dapat menular misalnya melalui dahak penderita TBC yang secara tidak langsung terhirup manusia yang sehat. Kontak langsung dengan penderita TBC secara teratur dapat meningkatkan peluang seseorang dapat terkena penyakit TBC. Apabila kita tinggal pada fasilitas rumah perwatan, atau bekerja di penjara serta panti jompo memiliki risiko tinggi terkena virus TB. Namun kita dapat mengurangi risiko terkena virus TB dengan rajin cuci tangan dan memakai masker.

- Tempat Tinggal

Anda dapat terkena virus TB apabila anda tinggal atau menetap di daerah terpencil dan jauh dari akses kesehatan atau perawatan medis yang anda perlukan untuk mendiagnosis dan mengobati gejala TBC.

- Perjalanan yang Banyak Virus TBC

Resiko penderita terserang penyakit TB lebih besar apabila anda sering melakukan perjalanan atau tinggal di negara negara yang memiliki tingkat virus TB seperti negara afrika, india, cina, meksiko, bagian uni soviet, srta pulau pulau di asia dan mikronesia.

- Sistem imun yang lemah.

Beberapa penyakit dan obat obatan yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS, diabetes, kangker, penyakit ginjal stadium akhir, dll.

Pengobatan gejala TBC

Diaknosis pertama yang akan dilakukan dokter kepada anda andalah memeriksa fisik anda terutama di daerah paru-paru atau dada. Penderita dapat meminta pemesiksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk darah dan dahak anda dan tes tuberkulin (mantoux/PPD). Dalam menjalani pengobatan virus TBC ini kita memerlukan ketekunan dan kedisiplinan dari penderita itu sendiri untuk meminum obat yang sudah diberikan dokter kepada si penderita supaya dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Pengobatan jangka panjang untuk gejala TBC yang menggunakan begitu banyak obat tentunya akan menimbulkan beberapa efek samping seperti nyeri pada perut, pengelihatan atau pendengaran yang terganggu, kencing yang berwarna hitam seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal gatal dan kemerahan dikulit, serta rasa panas pada kaki atau tangan, lemas, bahkan sampai mata atau kulit yang menguning. Apabila anda melakukan pengobatan untuk penyakit lain selama pengobatan TBC sebaiknya obat yang anda konsumsi harus sudah diatur oleh dokter yang merawat anda.

Tanpa anda melakukan pengobatan, Gejala TBC dapat berakibat fatal. Penyakit yang tidak diobati dengan aktif akan mempengaruhi paru paru dan dapat menyebar ke seluruh organ tubuh lainnya melalui aliran darah dalam tubuh anda. Seperti:
Nyeri yang dirasakan pada tlang punggung anda yang diakibatkan dari penyakit TB yang menginfeksi tulang. salah satu tulang yang berbengaruh adalah tulang rusuk anda.
Hati dan ginjal yang dipengaruhi oleh TB akan menyebabkan terhambatnya tugas tugasnya untuk membantu menyaring limbah dan kotoran dari aliran darah.
gejala TB yang menginfeksi otak anda dapat menyebabkan meningitis, pembengkakan selaput yang kadang-kadang fatal menutupi otak dan sumsusm tulang belakang.
cardiac tamponade penyebab radang dan cairan yang bisa mengganggu kemampuan kerja jantung untuk memompa darah secara efektif yang kemungkinan menginfeksi jaringan disekitar jantung.

Jika Anda curiga bahwa anda mengalami gejala  TBC, segera hubungi pusat kesehatan disekitar tempat tinggal anda atau dokter pribadi anda. Anda mungkin dirujuk ke dokter khusus yang mengkhususkan diri dalam penyakit menular atau penyakit paru-paru. Terima kasih telah membaca artikel kami semoga bermanfaat untuk anda yang membutuhkan info tentang Gejala TBC.

Posted in Gejala TBC, Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala TBC Paru

Gejala TBC paru dapat diketahui sejak dini. Tuberculosis (TBC) adalah salah satu jenis penyakit menular yang banyak kasus bersifat mematikan yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia namun yang paling sering terkena (90%) adalah organ paru paru. Apabila Tuberkulosis (TBC) tidak segera diobati maka lebih dari 50% orang penderita yang terinfeksi TBC bisa meninggal dunia. Gejala TBC tidak sama dengan pneumonia, karena kuman yang menyerang TBC spesifik sedangkan kuman yang menyerang pneumonia dapat beracam-macam. Organ yang diserang pada TBC dapat bervariasi, namun 90% menyerang paru-paru, sedangkan pada pneumonia yang diserang selalu organ paru-paru. Tetapi TBC dan pneum onia prosesnya sama yakni berupa infeksi paru-paru.

Penderita memiliki gejala TBC paru seperti demam yang tidak terlalu tinggi namun berlangsung lama lebih dari satu bulan. Biasanya gejala ini dirasakan pada malam hari dan seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Gejala TBC umum adalah batuk berdahak terus menerus selama 3 minggu atau lebih. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai dahak bercampur darah, atau batuk darah, sesak napas dan rasa nyeri dada, badan lemak, nafsu makan menurun, berat badan turun,  rasa kurang enak  badan  (malaise). Saat batuk atau bersin, penderita TBC menebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman tersebut dapat bertahan di udara pada suhu selama beberapa jam.

Penularan gejala TBC paru dapat terjadi jika droplet tersebut terhidup saluran pernapasan orang lain. Setelah masuk ke dalam tubuh melalalui pernapasan ,  kuman TB menyebar dari paru ke organ dalam tubuh lainnya seperti paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru. Melalui system peredaran darah, system saluran limfe, saluran napas, dan lain-lain.  Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari paru. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular penderita tersebut. Bila  hasil pemeriksaan dahak negative (tidak terlihat kuman), maka penderita tersebut dianggap tidak menular. Selain itu, kemungkinan seseorang terinfeksi gejala TBC paru ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara.

Gejala Penyakit TBC

Bakteri TBC memiliki daya tahan  yang kuat dan tetap hidup walau sudah diberi antibiotic, sehingga membutuhkan pengobatan secara turin selama berbulan-bulan. Saat segala sudah reda, harus tetap menjalani pengiobatan karena kuman TBC tersebut tetap  aktif dan siap membentuk kekebalan terhadap obat  yang masuk ke dalam tubuh. Jika pengobatan berhenti sebelum  waktunya, maka dikhawatirkan timbul resistensi (kekebalan) bakteri TBC  terhadap antibiotika sehingga pengobatan akan semakin sulit dan semakin mahal karena harus memulai pengobatan dari awal lagi.

Penderita  yang mengalami gejala TBC paru tidak selalu mengalami batuk berdarah. Karena batuk berdarah dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya karena penyakit paru-paru lainnya atau adanya pendarahan didaerah hidung bagian belakang yang tertelan dan pada saat batuk darah tersebut keluar melalui mulut anda. Bisa juga  karena batuk yang terlalu keras sehingga menyebabkan adanya luka pada saluran nafas sehingga akibatnya saluran nafas mengeluarkan darah.

Umumnya media penularan TBC melalui percikan dahak penderita saat batuk dan meludah. Bisa juga melalui debu, alat makan atau minum yang mengandung kuman TBC karena bekas digunakan penderita TBC. Kuman yang masuk ke dalam tubuh akan berkembang biak , lama terkumpulnya kuman sampai timbulnya gejala penyakit dapat berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Gejala Penyakit TBC Khusus yang Timbul 

Gejala khusus yang merupakan gejala TBC paru dapat dilihat tergantung dari bagian organ tubuh yang terserang kuman TBC, dan apabila yang terjadi penyumbatan pada bagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) yang berakibat terjadinya penekanan pada kelenjar getah bening yang membesar dan akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas menjadi lemah yang disertai sesak. Kalau ada cairan yang terdapat pada rongga pleura (pembungkus paru-paru) dan dapat disertai jugan dengan keluhan dada yang sakit.

Apabila virus TBC ini mengenai sampai ke tulang, maka akan terjadi beberapa gejala TBC seperti infeksi tulang yang pada suatu saat nanti akan dapat membentuk sebuah saluran yang bermuara pada kulit diatasnya yang pada akhirnya saluran ini akan mengeluarkan cairan nanah.

Gejala TBC paru lainnya pada anak-anak virus TBC yang mengenai otak (lapisan pembungkus otak) yang disebut juga sebagai meningitis (radang selaput otak), yang menimbulkan beberapa gejala seperti demam tinggi, adanya penurunan kesadaran serta kejang-kejang.

Pada penderita anak-anak yang tidak menimbulkan gejala TBC paru, dapat terdeteksi dengan adanya kontak pasien atau penderita dengan penderita TBC dewasa. Anak yang berkontak langsung dengan penderita TBC dewasa memiliki 30-50% kemungkinan tertular virus TBC tersebut. Sedangkan anak yang memiliki usia 3 bulan sampai 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC dengan TBA positf, diduga 30% terinfeksi virus TBC berdasarkan pemeriksaan darah.

Bagi penderita TBC menghentikan pengobatan secara cepat atau melewatkan dosis bisa memungkinkan bakteri TBC yang masih lolos dari obat tersebut akan mengatah ke TB yang lebih jauh berbahaya dan sulit untuk diobati. Semoga informasi mengenai gejala TBC paru diatas bermanfaat buat anda yang membutuhkan.

Posted in Gejala TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala TBC Pada Anak

Gejala TBC pada anak sangat berbahaya apabila tidak segera di tindak lanjuti. TBC adalah sejenis bakteri Mycobscterium yang menyerang organ pernafasan atau pada paru paru. TBC pada anak berbeda dengan TBC yang diderita oleh orang dewasa. Gejala TBC pada anak menginfeksi primer di parenkim paru yang tidak menyebabkan refleks batuk. Untuk penyakit TBC, gejala-gejala yang muncul dapat dibedakan pada orang dewasa dan anak-anak.

Beberapa bagian organ tubuh pada anak yang rawan diserang Virus TB seperti tulang, mata, dan otak. Dapat menyebabkan kecacatan apabila virus TB menyerang otang buah nati anak. Bahkan anak terancam susah berkembang, sulit bicara, tangan lemah atau cacat lain sehingga perlu penanganan fisioterapi.

Virus TB juga dapat menyerang otak atau mylen juga. Tuberkolosis menyerang atau menginfeksi masunia tanpa memandang jenis kelamin ataupun usia. gelaja TBC menyerang manusia mulai dari Bayi yang baru dilahirkan sampai manusia yang sudah memasuki usia lanjut.

 

Gejala TBC pada anak -anak adalah sebagai berikut :

1. Berat Badan Menurun.

Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas.Serta berat badan anak tidak bertambah (anak kecil/kurus terus). Terjadi diare yang berulang pada anak yang tidak sembuh dengan pengobatan diare biasa. Pertanda ini menunjukkan salah satu gejala TBC .

2. Nafsu Makan Berkurang.

Gejala TBC pada anak bisa saja dengan tidak ada nafsu makan yang dirasakan pada anak anda. Untuk anak pasien TBC yang tidak nafsu makan akan mengalami penurunan berat badan yang drastis, dan dapat mengganggun gizi pada anak anda yang memiliki penyakit TBC. Mengalami gangguan pada gizi sikecil sangat berhubungan erat dengan turunnya nafsu makan anak anda. Anda sebagai orang tua sikecil harus sigap dalam menanggapi gejala TBC pada anak seperti ini. Tidak sedikit orang tua yang mengira sikecil tidak memiliki nafsu makan dan tidak ingin mencari tau apa penyebabnya.

3. Demam alam

Demam alamadalah menjadi gejala TBC pada anak yang sering muncul. Timbulnya deman merupakan pertanda bahwa anak anda memiliki kemungkinan terjangkit penyakit TB. Tingginya demam yang muncul pada anak yang memiliki penyakit TB terkadang hanya dikira sakit demam influenza biasa. Demam yang dialami pada anak biasanya terjadi secara berulang-ulang.

4. Muncul Benjolan di Beberapa Bagian Tubuh.

Muncul benjolan di daerah lehar, ketiak, dan lipat paha. Dan tubuh anak yang lemas tidak memiliki daya atau kekuatan, nampak selalu kelelahan dan tidak bergairah, lambat di dalam beraktivitas serta terkesan menutup diri. Serta batuk kronis yang lama bahkan lebih dari 2 bulan. Batuk dengan durasi lama ini tidak mengeluarkan dahak dan merupakan gejala serangan asma atau rasa nyeri pada dada sikecil.

Untuk memastikan bahwa seseorang menderita penyakit TBC atau tidak dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui Gejala TBC pada anak secara pasti sibuah hati anda menderita penyakit TBC, dapat dilakukan dengan adanya pemeriksaan dahak/riaknya (sputum test) dan bukan ludahnya. Dikarenakan sangat jarang pasien TB anak yang mengalami batuk dahak. Pemeriksaan dahak dilakukan sebanyak 3 kali selama 2 hari yang dikenal dengan istilah SPS (sewaktu, pagi dan sewaktu).

- Sewaktu (hari pertama)

Dahak penderita diperiksa di laboratorium sewaktu penderita datang pertama kali.

- Pagi (hari kedua)

Sehabis bangun tidur keesokan harinya, dahak penderita ditampung dalam pot kecil yang diberi petugas laboratorium, ditutup rapat dan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.

2. Reaksi hipersensitivitas : Tes Kulit Tuberkulin
a. Tes tuberkulin intradermal (Mantoux)
b. Tes tuberkulin dengan suntikan jet
c. Tes tuberkulin tusukan majemuk

3. Pemeriksaan Bakteriologik
Pemeriksaan ini penting karena dengan ditemukannya kuman BTA, diagnosis dapat dipastikan. Kriteria sputum BTA positip adalah sekurang-kurangnya ditemukan 3 batang kuman BTA pada satu sediaan.

4. Pemeriksaan radiografik
Gambaran TBC milier berupa bercak-bercak halus tersebar merata pada seluruh lapangan paru. Gambaran radiology lain yang sering menyertai TBC paru adalah penebalan pleura, efusi pleura atau empisema, penumothoraks (bayangan hitam radio lusen dipinggir paru atau pleura).

Penatalaksanaan

1. Obat Anti TB pemakaian obat tunggal banyak terjadi retesistensi karena sebagian besar kuman TB memang dapat dibinasakan tetapi sebagian kecil tidak maka terapi TB dilakukan dengan memakai paduan obat. Jenis Obat :
yaitu Obat primer seperti isoniazid = INH – Streptomisin = SM, Rifampisin = RMP – Etambutol, Pita zinamid. Serta Obat sekunder seperti Etionamid – P.A.S (Para Amine Saliycylic Acid), Prorionamid – Tiasetazon, Sikloseren – Viomysin, Kanamisin, dan Kapremisyn.

2. Pembedahan pada TB Paru
3. DOTS
4. Pencegahan seperti Kemaprofilaksis, Vaksinasi BCG, dan Program kontrol.

Uji tuberkulin dilakukan dengan cara menyuntikkan tuberkulin PPD intrakutan pada lengan bawah. Setelah 48 sampai 72 jam baru akan terlihat reaksi dari otot otot tersebut. Ketika buah hati anda telah positif menderita Penyakit TBC aktif, berupa gejala TBC pada anak ,Maka seluruh anggota keluarga atau orang dewasa lainnya yang memiliki kontak langsung dengan sikecil harus segera melakukan tindakan medis dengan memeriksa dan mencari tau sumber penularan untuk segera melakukan pengobatan agar rantai penularan Gejala TBC dapat segera dihentikan.

Untuk para ibu, diharapkan selalu memperkatikan segala betuk perubahan yang terjadi pada anak anda yang memungkinkan anak anda mengalami gejala TBC pada anak sejak usia dini, supaya lebih mudah untuk penyembuhan. Terima kasih.

Posted in Gejala TBC, Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit TBC Paru-Paru

Gejala penyakit TBC paru-paru, klinisnya penyakit TBC sangat bervariasi tergantung pada luas, lama, dan jenis organ tubuh yang sakit. Gejala khusus dapat ditandai dengan infeksi pada alat tubuh diluar paru-paru, semisal perubahan cairan otak, kejang, dan menurunnya kesadaran akibat TBC pada susunan saraf pusat, atau kencing darah akibat TBC pada ginjal.

Gejala Penyakit TBC Paru-paru.

Gejala TBC pada anak balita sering di awali dengan panas badan yang tinggi, disertai kejang yang makin memburuk karena bakteri ini menyerang otak. Tidak ada nafsu makan (anoreksia). Berat badan tidak naik-naik. Malnutrisi atau gangguan gizi. Multi L (lemah, letih, lesu, lelah, lemas letoy, loyo, lambat). Batuk lama atau berulang, tetapi tidak berdahak (tapi seringkali ini merupakan gejala asma). Terjadi diare yang berulang pada anak yang tidak sembuh dengan pengobatan diare biasa. Pertanda ini menunjukkan salah satu gejala penyakit TBC paru-paru.

Gejala pada orang dewasa, awalnya sering tidak terasa, tetapi ada beberapa gejala yang ditandai dengan daya tahan tubuh mulai menurun, kurang darah (anemia), mudah lelah, Dahak bercampur darah/batuk darah (penumonia), Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan, berat badan cenderung menurun, sering keluar keringat pada malam hari, tanpa penyebab yang jelas, Badan lemah dan lesu, Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada , serta Demam/meriang lebih dari sebulan.

Bagi penderita lama, TBC bisa dirasakan saat batuk dengan tempo yang lama, bersin dan berdahak yang kadang-kadang disertai darah, dada terasa nyeri, sesak napas yang main lama makin berat, adanya kelenjar getah bening yang muncul di leher, nyeri tulang, dan gangguan pencernaan yang kronis, serta sering muntah dan mual. Pada penderita TBC menahun, penyakit ini akan sangat mempengaruhi kondisi psikis, berdampak stres yang berkepanjangan dan sangat menyiksa hidup.

TBC

 

Meskipun bisa sembuh, kesembuhan penyakit TBC yang kronis bisa meninggalkan gejala sisa berupa sesak napas. Berat ringannya sesak napas itu tergantung tingkat kerusakan paru-paru yang ditimbulkannya.
Pada bekas paru-paru yang rusak, akan terbentuk jaringan ikat dengan tingat elastisitas paru-paru yang sudah mulai berkurang. Makin banyak jaringan ikat yang terbentuk,makin berat gejala sisa yang diderita.

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.Penyebab gejala penyakit TBC paru-paru yang diakibatkan reinfeksinya kuman mikobakterium tuberkolosis yang dapat menyerang paru-paru anda. Kuman mikobakterium tuberkolosis dapat pula menyerang organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, bahkan bisa sampai ke otak. Gejala penyakit TBC paru-paru dapat menyebabkian kematian dan merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertingghi selain penyakit jantung. TBC dapat dengan sangat mudah menular melalui cairan nafas yang keluar melalui nafas pada saat bersin atau batuk dan dihirup oleh orang-orang disekitar kita.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, gejala penyakit TBC paru-paru ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan “tertidur”. Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi ‘TBC aktif’) atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang “tertidur” di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Hingga kini angka prevalensi pengidap TBC di INdonesia diperkirakan mencapai 289 per 100.000 penduduk dan insidensi gejala penyakit TBC paru-paru di Indonesia sudah mencapai angka 189 per 100.000 penduduk. Bahkan 27 penduduk diantara 1.000 penduduk terancam meninggal dunia. Saat ini angka penyembuhan penyakit TBC ini sudah sesuai dengan harapan yaitu sebesar 90,3 persen pasien telah sembuh.

Seperti yang sudah dikatakan seorang dokter pada sebuah rumah sakit bahwa Paling mudah untuk mengetahui gejala penyakit TBC paru-paru yang menyerang seseorang jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa.

Beberapa cara pencegahan gejala penyakit TBC paru-paru seperti,
Mengurangi kontak langsung dengan penderita TBC yang aktif. Menjaga kebiasaan hidup baik dengan selalu menjaga jumlah asupan gizi dalam tubuh, lingkungan sehat dan berolahraga. Pemberian vaksin BCG (mencegah TBC yang lebih berat). Vaksin inisecara rutin diberikan pada semua balita. Apabila seseorang yang sudah pernah menderita TBC dan tengah mengikuti pengobatan, dapat kembali terjangkit penyakit TBC paru-paru kembali jika tidak mencegah dan menjaga kesehatan tubuh.

Semoga informasi mengenai gejala penyakit TBC paru-paru yang telah kita bahas bersama diatas, faktor penyebab dan cara pencegahan di atas dapat bermanfaat buat hidup dan anda serta berguna untuk anak, keluarga, serta orang-orang disekitar anda yang membutuhkan informasi tersebut.

Posted in Gejala TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menyembuhkan TBC

Cara menyembuhkan TBC yang harus rutin dan teratur. TBC adalah penyakit yang ditimbulkan karena seseorang terjangkit firus tuberkolosis. Firus ini paling sering menyerang paru-paru, selain pada paru-paru sifus ini juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, ginjal, otak dll. Gejala TBC dapat mengakibatkan komplikasi dan fatal bila dibiarkan tanpa diobati. Karena TBC termasuk dalam salah satu penyakit yang mematikan di Indonesia. Dibeberapa daerah telah disediakan oleh pemerintah bagi warga yang menderita penyakit TBC untuk mengikuti pengobatan di Puskesmas secara gratis penyakit TBC benar-benar sembuh.

cara menyembuhkan TBC dilakukan dengan OAT atau Obat Anti Tuberkulosis. Bila terbukti menderita gejala TBC, kita harus menjalani pengobatan dengan teratur selama 6-12 bulan. Pengobatan yang tidak teratur atau tidak sampai selesai atau mengorangi dosis yang sudah diatur dokter anda, dapat menimbulkan terjadinya resistensi atau kekebalan terhadap kuman TBC. Bila sampai terjadi resistensi kuman TBC, maka akan lebih sulit lagi untuk melakukan pengobatan yang harus diberikan. Agar TBC dapat tunas terobati, proses pengobatannya diawasi oleh seorang PMO. PMO singaktan dari Pengawasan Minum Obat.

Cara Menyembuhkan TBC

Cara Menyembuhkan TBC

Pencegahan yang dapat dilakukan sabagai cara menyembuhkan TBC antara lain:

– Gejala TBC dapat dicegah dengan imunisasi BCG yang disuntikkan sebanyak satu kali saja ketika masih bayi.

– Perhatikan kebersihan lingkungan sekitar anda baik di rumah dengan selalu mensterilkan alat alat makan, pakaian, peralatan rumah tangga, maupun kebersihan di sekolah anak anda.

– Sangat disarankan bagi anda yang terjangkit virus tuangan dibiasakan meludah di sembarang tempat untuk menghindari penyebar luasan virus toberkolosis.

– Segara periksa ke Puskesmas terdekas di sekitar rumah anda jika menemukan diri kita atau teman kita menunjukkan tanda-tanda Gejala TBC.

Pada tanggal 24 April 1927, dokter Albert Calmette dan seorang peneliti bernama Camille Guerin berhasil menemukan vaksin untu mengobati gejala TBC. Vaksin in diberi nama vaksin BCG (Bacillus Calmette Guedrin). Penelitian mereka untuk menemukan vaksin itu telah dimulai sejak tahun 1906 ketika Guerin menemukan bahwa ketahanan terhadap penyakit TBC berkaitan dengan adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis yang hidup di dalam darah.

Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guedrin) sebagai cara menyembuhkan TBC

vaksin BCG (bacillus calmette guedrin) adalah vaksin terhadap tuberkulosis yang dibuat dari strain yang dilemahkan (virulensi-reduced) hidup sapi tuberculosis bacillus, Mycobacterium bovis , yang telah kehilangan virulensi pada manusia dengan menjadi khusus disubkultur dalam media kultur, biasanya Middlebrook 7H9. Vaksin BCG bisa dimana saja 0-80% efektif dalam mencegah TBC selama jangka waktu 15 tahun; Namun, efek perlindungan yang tampaknya bervariasi sesuai dengan geografi dan laboratorium di mana strain vaksin ditumbuhkan.

Menurut penjelasan dari cara menyembuhkan TBC dengan vaksin BCG (bacillus calmette guedrin) pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menghindarkan balita dari penyakit tuberkulosis atau TBC. Di negara berkembang, termasuk Indonesia, TBC masih menjadi penyakit rakyat yang sangat mudah menular. Di negara maju, penyakit TBC sudah sangat jarang ditemukan karena keberhasilan imunisasi BCG yang dilaksanakannya secara luas.

kebijakan Inggris adalah untuk mengimunisasi semua anak-anak sekolah pada usia 13, dan semua neonatus lahir dalam kelompok berisiko tinggi. India dan Pakistan memperkenalkan imunisasi massal BCG pada tahun 1948. Di beberapa negara, seperti Uni Soviet, BCG diberikan secara teratur sepanjang hidup. Di Korea Selatan, Singapura, Taiwan dan Malaysia, BCG diberikan saat lahir dan pada usia 12 tahun Tapi di Malaysia dan Singapura, dari tahun 2001, kebijakan ini diubah menjadi sekali saja saat lahir.

Kecuali pada neonatus, tes kulit tuberkulin harus selalu dilakukan sebelum pemberian BCG. Seseorang dengan reaksi tuberkulin positif tidak diberikan BCG, karena risiko peradangan lokal yang parah dan jaringan parut tinggi, bukan karena kesalahpahaman umum bahwa reaktor tuberkulin “sudah kebal” dan karena itu tidak perlu BCG.

Balita dapat terkena gejala TBC karena menghirup udara yang mengandung kuman TBC yang berasal dari orang dewasa penderita TBC. Atau dapat pula terjadi pada balita terkena penyakit TBC sejak lahir karena ia dilahirkan oleh ibu penderita TBC. PenyakitTBC juga dapat menyerang kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, hati dan selaput otak. Penyakit TBC selaput otak merupakan jenis TBC yang paling berat dan membutuhkan cara menyembuhkan TBC yang tepat.

Imunisasi BCG sebaiknya diberikan kepada bayi yang baru lahir hingga berusia 2 bulan. Setiap 5 tahun, revaksinasi harus dilakukan. Sebab vaksin BCG tidak memberikan kekebalan 100% terhadap serangan gejala TBC. Artinya vaksin ini hanya menjamin balita terbebas dari serangan penyakit TBC berat, misalnya TBC paru-paru kronis, TBC otak, atau TBC tulang yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup, bahkan kematian pada balita.

pengobatan sebagai Cara Menyembuhkan TBC adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik, foto rontgen, tes laboratorium untuk dahak anda, serta tes tuberkulin. Melakukan pengobatan jangka panjang yang biasanya dilakukan selama 6-9 bulan dengan sedikitnya 3 macam bat yang diminum setiap harinya.

Apabila semala pengobatan berjalan dan anda tidak meneruskannya akan membahayakan Karena virus TB tidak akan mempan menggunakan dosis yang sama seperti sebelumnya, dan anda harus diobati dengan obat-obatan yang lebih mahal harganya dan keras dosisnya dari sebelumnya.

Semoga rangkaian informasi diatas mengenai cara menyembuhkan TBC, dapat membantu anda. Terima kasih.

Posted in Gejala TBC, Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penularan TBC

Penularan TBC melalui berbagai hal. Tuberkulosis atau TBC adalah salah satu penyakit paru yang sering dibicarakan. TBC atau tuberkolosis pun merupakan salah satu jenis penyakit yang mempengaruhi tingginya angka kematian di Indonesia setelah penyakit jantung. Penyebab gejala TBC ini adalah kuman TBC atau tuberkolosis yang menginfeksi saluran pernafasan. 90% kemungkinan dari kuman TBC ini menyerang paru-paru.

Penularan TBC terjadi pada saat penderita batuk dan bersin. Penderita TBC menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk droplet (percikan dahak). Droplet yang mengandung kuman tersebut dapat bertahan di udara pada suhu kamar selama beberapa jam.

Penularan TBC dapat terjadi melalui :

- gejala TBC seperti batuk atau bersinnya penderita TBC.

Kuman akan tersebar melalui udara dalam bentuk percikan ludah (droplet infection). Untuk penularan TBC paling sering terjadi melalui udara yang tercemar Mikobakterium tuberkulosa yang telah dilepaskan oleh penderita TBC lainnya.

- Tertular TBC ketika menghirup udara yang mengandung kuman.

Kita akan tertular ketika menghirup udara yang mengandung kuman tersebut ketika kita bernapas, apalagi jika kita belum mendapatkan suntikan vaksinasi BCG.

Penularan TBC dapat terjadi jika droplet tersebut terhirup oleh saluran pernapasan orang lain. Setelah masuk ke dalam tubuh seseorang melalui pernapasan, kuman TBC menyebar dari paru ke organ tubuh lainnya, melalui sistem peredaran darah, sistem saluran limfe, saluran napas dll. Daya penularan dari seorang penderita ditentukan oleh banyaknya kuman gejala TBC yang dikeluarkan dari paru. Makin tinggi derajat positif hasil pemeriksaan dahak, makin menular gejala TBC tersebut. Bila hasil pemeriksaan dahak negatif (tidak terlihat kuman), maka penderita tersebut dianggap tidak menular. Selain itu, kemungkinan seseorang terinfeksi TBC ditentukan oleh konsentrasi droplet dalam udara dan lamanya menghirup udara.

Penyakit TBC tersebar di seluruh duia dengan sepertiganya telah mengalami penularan TBC, disamping banyak kasus baru (insidensi) sekitar 8 juta per tahun dengan angka kematian meningkat sampai 2-3 juta manusia per tahun. Dilaporkan bahwa di seluruh dunia setiap 18 detik ada seorang yang meninggal akibat penyakit ini. TBC merupakan penyakit infeksi yang paling mematikan dan penyebab kematian nomor dua akibat penyakit infeksi tunggal, setelah penyakit jantung.

Di Indonesia dengan prevalensi TBC positif 0,22% (laporan WHO 1998), penyakit ini merupakan salah satu penyakit rakyat penting yang tiap tahun mengambil banyak korban. Jumlah penderita di Indonesia yang mengalami penularan TBC menduduki peringkat ketiga terbesar setelah India dan China, dengan angka kematian sebesar 175.000 per tahun dan kasus baru 450.000 per tahun. Pada setiap 100.000 penduduk ada 125 penderita tuberkulosis yang menular. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Indonesia setiap empat menit satu orang meninggal atau ekivalen dengan sekitar 400 kematian setiap hari akibat TBC.

Maksuknya bakteri TBC ke kedalam organ paru menyebabkan adanya infeksi pada paru-paru anda, dimana segeralah terjadi pertumbuhan koloni bakteri-bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat penularan TBC ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri TBC tersebut akan berdiam/istirahat/tertidur (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen yang and lakukan.

Beberapa gejala tbc ini menunjukkan bahwa sebelum seseorang memeriksakannya kedokter, orang itu dapat terlebih dulu mengetahui gejala TBC terserbut seperti batuk yang terjadi terus menerus yang disertai dahak selama tiga pekan atau bahkan bisa lebih dari itu. Terjadi keluarnya dahak yang disertai dengan darah, mengalami demam yang dirasakan lebih dari 3 bulan, keluar keringan pada malam hati tanpa sebab yang jelas, menurunnya nafsu makan serta berat badan yang diimbangi dengan bedan yang terasa lemah dan lesu. merasa sesak nafas dan merasa nyeri pada dada.

Dahan tahan atau kondisi tubuh yang lemah, akan mengakibatkan virus tuberkolosis ini mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga terkumpulnya tuberkel yang banyak dan membentuk sebuah ruang dirongga paru-paru anda. Ruang inilah yang yang nantinya akan menjadi sumber dari adanya produksi sputum (riak/dahak) dalam tubuh anda. Maka seseorang yang rongga parunya dapat memproduksi sputum dan didapati mikroba tuberkulosa disebutkan bahwa orang tersebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi virus TBC.

Kondisi sosial ekonomi yang ada di Indonesia ternyata berpengaruh besar terhadap berkembangnya penyakit TBC.  Pengurangan gejala TBC dengan cara Mengurangi kontak langsung dengan keluarga atau teman yang menderita penyakit paru-paru. Menjaga standar hidup yang baik dengan memakan makanan yang mengandung gizi yang tinggi, lingkungan yang sehat, serta menjaga kesehatan tubuh.

Memberikan vaksin CBG untuk mencegah munculnya kasus tbc yang lebih berat. Vaksin ini diberikan secara rutin terhadap semua bayi di indonesia yang baru lahir. Satu lagi cara pengurangan atau pencegahan yang harus dilakukan dan harus diingat bahwa seseorang yang dulunya pernah terjangkit virus TBC ini dan telah melakukan pengobatan secara rutin, orang tersebut dapat terkena penyakit yang sama apabila tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya supaya imun tidak lemah.

Penjelasan diatas menjelaskan tentang cara penularan TBC serta cara pencegahan penyakit TBC atau Tuberkolosis itu sendiri, sempga penjelasan tersebut berguna untuk anda serta keluarga anda yang membutuhkan informasi ini. Terima kasih.

Posted in Gejala TBC, Penyakit TBC | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Tentang Penyakit TBC

Tentang penyakit TBC dan Tuberkulosis (TBC) itu sendiri adalah salah satu jenis penyakit menular yang bersifat dapat mematikan seseorang yang tidak melakukan pengobatan atau penganganan terhadap penyakit ini. penyakit ini disebabkan oleh kuman atau bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia namun yang paling sering terkena (90%) adalah organ paru. Selain menyerang paru-paru, penyakit TBC juga dapat menyerang organ tubuh yang lain yang disebut juga denan TBC ekstra paru.

virus tentang penyakit TBC yang menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif aktif batuk, bersin, bicara, menyanyi, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara. mereka sedang menyemprotkan titis-titis aerosol infeksius dengan diameter 0.5 hingga 5 µm dengan jumlah hingga mencapai 40,000 titis. Tiap titis bisa menularkan penyakit Tuberkulosis karena dosis infeksius penyakit ini sangat rendah. (Seseorang yang menghirup kurang dari 10 bakteri saja bisa langsung terinfeksi) Infeksi TB umumnya bersifat asimtomatikdan laten. Namun hanya satu dari sepuluh kasus infeksi laten yang berkembang menjadi penyakit aktif. Bila gejala TBC tidak diobati maka lebih dari 50% orang yang terinfeksi bisa meninggal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang penyakit TBC, bakteri yang menyebabkan gejala TBC ini muncul merupakan bakteri pembunuh massal. WHO memperkirakan bakteri ini membunuh sekitar 2 juta jiwa setiap tahunnya. Serangan TBC dapat dicegah dengan vaksin BCG. Vaksin BCG hanya diperlukan sekali seumur hidup. Di Indonesia, vaksin ini diberikan pada bayi sebelum berumur dua bulan. Hal yang paling penting dilakukan untuk menghindari penyait TBC yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh dengan memakan-makanan yang bergizi.

Gambaran tentang penyakit TBC yang disebabkan oleh kuman/bakteri mycobacterium tuberculosis yang menimbulkan gejala TBC.

Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia telah diperkirakan sebesar 289 per 100.000 penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100.000 penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang tahun 2011 tentang penyakit TBC (tuberkulosis) yang ada di Indonesia.

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC atau sekitar 63 penderita gejala TBC di tahun 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Gejala TBC umum pada penderita tentang penyakit TBC adalah

Batuk berdahak terus-menerus selama 3 minggu atau lebih. Pada tahap lanjut dapat dijumpai dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas dan rasa nyeri di bagian dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari 1 bulan.

Anda dapat mengurangi risiko terkena gejala TBC dengan cara

  • Mengurangi kontak dengan keluarga atau teman yang menderita penyakit TBC aktif apabila anda paham tentang penyakit TBC.
  • Menjaga standar pola hidup yang baik, dengan mengkonsumsi makan makanan yang mengandung banyak gizi, serta lingkungan yang terjaga kebersihan dan kesehatannya sehat, dan melakukan olah raga rutin setiap hari seperti jogging, berenang, berjemur di matahari padi, dll.
  • Pemberian vaksin BCG kepada semua orang terutama pada bayi yang baru lahir untu mencegah bertambah banyaknya kasus TBC mulai dari yang ringan hingga yang lebih berat sekalipun. Vaksin ini sebaiknya diberikan secara rutin pada semua balita terutama pada balita yang baru lahir.
  • tentu dengan mengingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan melakukan pengobatan rutin yang dianjurkan dokter, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya serta menjaga imun agar tidak lemah.

Cara pengobatan yang dilakukan tentang penyakit TBC untuk gejala yang muncul pada penderita TBC adalah melakukan pemeriksaan fisik, terutama pada daerah paru-paru, lalu anda dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen paru-paru, tes laboraturium untuk dahak dan darah, dan juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Memerlukan jangka waktu yang panjang untuk melakukan pengobatan penyakit TBC ini yaitu selama kurang lebih 6-9 bulan yang mengharuskan anda mengkonsumsi obat dari dokter yang dosisnya sudah diatur sesuai dengan kemampuan tubuh anda.

tentang penyakit TBC, selama anda berada dalam pengobatan proses penyembuhan ini, ada harus rutin dan disiplin untuk memeriksakan gejala TBC yang timbul ke dokter secara berkala serta meminum obat secara rutin. Apabila anda tidak rutin dalam melakukan pengobatan ini, dampak yang peling membahayakan adalah saat anda mulai meminum kembali obat dengan dosis yang sama obat yang anda komsumsi tidak akan mampu atau tidak mempan untuk penyakit TBC yang anda derita, Bahkan anda harus mengulang pengobatantersebut mulai dari awal lagi setelah anda melakukan test kesehatan dengan menggunakan obat dengan dosis yang lebih besar dan lebih mahal dari obat yang anda konsumsi sebelumnya.

Gejala TBC yang saat anda menanggapi tentang penyakit TBC yang muncul secara klinis dapat dilihat dari, terjadi pembesaran kelenjar limfe yang berada di leher dibawah telinga serta pada saat pemeriksaan paru ditemukan tanda-tanda lendir/cairan dalam paru anda ( rhonchi basah ) sering dibagian atas paru ( apical ), kadang-kadang seperti suara peluit ( ada Cavitas ).

Posted in Gejala TBC, Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment